Salah Beri Dosis Vaksin COVID-19, AstraZeneca Menuai Kritik hingga Saham Turun
AstraZeneca hadapi beberapa kritikan yang diperuntukkan pada peningkatan vaksin Virus Corona COVID-19. Waktu lakukan eksperimen, AstraZeneca cuman memberi beberapa jumlah ke beberapa peserta eksperimen.
taruhan slot dunia menang besar dalam bermain judi slot resmi
Beberapa pakar menjelaskan hal tersebut ialah wujud ketidaktahuan yang bisa mengurangi keyakinan khalayak.
Di sisi lain, dalam minggu ini banyak faksi yang menyebutkan vaksin itu akan dipasarkan murah dan nampaknya mempunyai keefektifan sampai 90 %. Bahkan juga, satu tabloid di Inggris berisi pesan "peroleh vaksin untuk diri Anda sendiri" dan harga tambah murah dari satu cangkir kopi.
Tetapi, AstraZeneca telah mengaku kekeliruan dalam pemberian jumlah vaksin ke beberapa peserta, hingga tampil pertanyaan berkenaan apa kehebatan vaksin itu akan stabil dalam pengetesan selanjutnya.
Diambil dari New York Times, Kamis (26/11/2020), periset dan ahli industri menjelaskan, kekeliruan dan rangkaian penyelewengan dan kelengahan yang lain dalam langkah AstraZeneca sudah mengurangi keyakinan pada kehebatan hasil vaksin itu.
Faksi berkaitan di Amerika Serikat sudah menulis jika dari hasil vaksin ini tidak terang, di mana vaksin yang sangat prospektif ini tidak menggambarkan data dari peserta lanjut usia atau orangtua.
Beberapa pakar mengutarakan jika ada peluang regulator di Amerika Serikat dan dalam tempat yang lain semula berminat untuk cepat menetapkan pemakaian vaksin AstraZeneca, akan turun ketertarikannya.
"Saya berpikir mereka sudah betul-betul menghancurkan keyakinan dalam semua program peningkatan mereka," tutur Geoffrey Porges, riset bank investasi SVB Leerink.
Dalam satu interviu, Menelas Pangalos sebagai faksi eksekutif AstraZeneca yang bertanggungjawab atas sejumlah besar riset dan peningkatan perusahaan, bela pengatasan perusahaan atas pengetesan dan pengungkapan publiknya.
"Kekeliruan dalam jumlah dibikin oleh kontraktor dan demikian diketemukan, regulator selekasnya dikasih tahu dan tanda-tangani gagasan untuk meneruskan pengetesan vaksin dalam jumlah yang lain," katanya.
Ditanyakan kenapa AstraZeneca bagikan beberapa info dengan riset Wall Street dan beberapa petinggi dan ahli yang lain tapi tidak ke khalayak, ia menjawab, "Menurut saya langkah terhebat untuk menggambarkan hasil dengan jurnal ilmiah yang dilihat oleh rekanan sepekerjaan, bukan di media massa."
AstraZeneca ialah perusahaan ke-3 bulan ini yang memberikan laporan hasil awalnya yang menyenangkan pada calon vaksin COVID-19. Sepintas hasilnya terlihat janjikan, tetapi bergantung pada kemampuan jumlah yang diberi.
Vaksin ini nampaknya 90 % efisien bila didasari pada peserta yang terima 1/2 jumlah vaksin, tapi kurang efisien jika jumlahnya penuh.
Pertanyaan paling besarnya ialah kenapa ada macam yang demikian besar dalam keefektifan vaksin pada jumlah yang lain dan kenapa jumlah yang lebih kecil terlihat memberi hasil yang jauh lebih bagus. Tetapi Periset AstraZeneca dan Oxford menjelaskan mereka belum mengenali jawaban dari pertanyaan itu.
Perusahaan pengembang menjelaskan jika riset awalnya didasari pada 131 masalah COVID-19 memiliki gejala yang tampil pada peserta riset. Tetapi, data yang ada tidak menguraikan seberapa banyak masalah yang diketemukan di tiap barisan peserta dan ini menambahkan ketidaktahuan dalam pahami data.
"Saya tidak paham darimanakah seluruh info itu berasal dan bagaimana semuanya dipadukan," tambah Natalie Dean, seorang pakar biostatistik dan ahli design eksperimen vaksin di University of Florida. Ia menulis di Twitter jika AstraZeneca dan Oxford "memperoleh nilai yang jelek untuk transparan dan kecermatan dalam soal hasil eksperimen vaksin yang sudah mereka adukan."
Dengan berlangsungnya pengurangan saham AstraZeneca, eksekutif perusahaan melangsungkan beberapa panggilan pertemuan individu dengan riset industri di mana mereka mengutarakan detil yang tidak ada pada informasi khalayak, terhitung bagaimana masalah COVID-19 pecah di beberapa barisan.
Pangalos menjelaskan jika perusahaan tidak dengan maksud supaya peserta terima 1/2 jumlah, kekeliruan itu hanya satu "kebenaran". Dia jug menjelaskan jika periset Inggris yang jalankan eksperimen di situ dengan maksud memberi jumlah penuh sebelumnya ke relawan, tapi sebab ada kekeliruan penghitungan karena itu mereka cuman dikasih 1/2 jumlah.
Untuk banyak pakar luar di luar Inggris, pengakuan Pangalos itu menyepelekan integritas hasil sebab tes medis yang dikalibrasi belum direncanakan untuk mengetes berapa baik jumlah awalnya bekerja.
"Faktanya, ini ialah kekeliruan yang bermanfaat. Kami mengoreksi kekeliruan itu dan meneruskan riset, tiada perombakan pada riset dan sepakat dengan regulator untuk masukkan beberapa pasien itu dalam riset riset juga. " tutur Pangalos.
"Apa yang perlu diutarakan? Sesungguhnya tidak jadi masalah apa itu dikerjakan dengan menyengaja atau mungkin tidak," sambungnya.
Michele Meixell sebagai jubir AstraZeneca, menjelaskan jika kekeliruan itu berawal dari permasalahan yang sudah diperbarui, dengan pengerjaan beberapa jumlah vaksin.
Moncef Slaoui sebagai kepala Operation Warp Speed menjelaskan jika ide AS untuk lakukan pencarian cepat vaksin COVID-19, sudah menulis kebatasan yang lain pada data AstraZeneca.
Kenyataannya jumlah 1/2 kemampuan pada vaksin awalnya tidak ditestingkan pada peserta lanjut usia, yang paling rawan pada COVID-19, hingga ini jadi kritikan pada keefektifan vaksin.
Stephanie Caccomo sebagai jubir Food and Drug Administration, menampik memberi komentar apa kekeliruan pemberian jumlah akan menghancurkan kesempatan vaksin untuk diotorisasi. Disamping itu, F.D.A. sudah menjelaskan jika mereka menginginkan vaksin yang minimal 50 % efisien dalam menahan atau kurangi keparahan penyakit.
Saham AstraZeneca sudah jatuh seputar 5 % minggu ini, investor nampaknya sedih dengan hasil muram, khususnya dibanding dengan data yang semakin lebih terang yang dikeluarkan oleh dua pesaing khusus AstraZeneca dalam persaingan perebutan vaksin COVID-19.
Pfizer dan Moderna menjelaskan jika vaksin mereka yang memakai tehnologi "messenger RNA" nampaknya efisien seputar 95 %. Ke-2 calon vaksin itu nampaknya nyaris pasti memperoleh otorisasi genting dari F.D.A. dalam beberapa minggu kedepan.
Vaksin AstraZeneca, yang memakai pendekatan berlainan yang menyertakan virus simpanse untuk memacu tanggapan kebal pada virus corona, mempunyai seluruh keunikan blockbuster. Disamping itu, vaksin ini diklain murah yaitu cuman beberapa dolar per jumlah dan gampang untuk dibuat secara massal.
Tidak seperti vaksin Pfizer dan Moderna, AstraZeneca bisa ditaruh sepanjang beberapa bulan di almari es biasa. Tetapi, jika dibanding dengan sejumlah besar pengembang vaksin COVID-19 terpenting yang lain, AstraZeneca tidak eksper dalam soal vaksin.
Di bulan September, AstraZeneca hentikan tes medis di penjuru dunia sesudah seorang peserta jatuh sakit, tapi perusahaan tidak selekasnya umumkan keputusan itu ke khalayak. AstraZeneca mendapatkan hujatan sebab memberi rincian mengenai karakter penyakit pada panggilan pertemuan individu dengan investor.
Semenjak team Oxford-AstraZeneca tampil selaku pelari paling depan dalam perlombaan untuk meningkatkan vaksin ini, PM Boris Johnson sudah memberikan dukungan usaha itu. Pemerintahan pesan 100 juta jumlah awalnya dan memandang riset itu selaku salah satunya andil paling penting negara untuk melawan wabah.
Johnson menjelaskan jika vaksin ini mempunyai "talenta untuk capai prestasi ilmiah Inggris yang mengagumkan".
Amerika Serikat yang awalnya sudah pesan minimal 300 juta jumlah vaksin AstraZeneca, nampak belum memperlihatkan minat yang selanjutnya sesudah kekeliruan yang dibikin oleh AstraZeneca.
AstraZeneca akan waspada pada gagasannya untuk cari kesepakatan ketentuan. Perusahaan itu menjelaskan akan minta tutorial dari Food and Drug Administration berkenaan apa mereka harus secara sah memberikan penemuannya untuk ajukan otorisasi genting.
AstraZeneca belum mengetes jumlah awalnya 1/2 kemampuan yang prospektif dalam eksperimen di Amerika Serikat yang saat ini sedang berjalan. Perusahaan itu menjelaskan akan bekerja dengan agen untuk menambahnya secepat-cepatnya ke eksperimen itu.
Pangalos menjelaskan jika perusahaan sedang berencana eksperimen global untuk memperbandingkan dua jumlah. Jumlah peserta yang akan didaftarkan belum dipastikan, tapi banyaknya akan capai beberapa ribu.
Rusia kabarkan sudah mendaftar vaksin covid-19 yang diklaim sanggup membuat ketahanan tubuh yang konstan. Gagasannya vaksin akan dibuat bulan akhir Agustus.
